Tuhan tau apa yang kita butuhkan , bukan apa yang kita inginkan

.
RSS
Tampilkan postingan dengan label my mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my mind. Tampilkan semua postingan

sleep in the cemetery

Aku menapaki jalan setapak. Sekeliling terhampar luas lalang dan rerumputan liar. Tanah basah sisa hujan semaleman. Tak lama aku tiba di deretan pemakaman yang tersusun rapih.
Dideretan itu, papa dan di sebelahnya nenek. Orang yang ku sayangi... Aku mematung. entahlah,,, pikiran ku melayang-layang, mengendap di gelantungan awan kelabu.

Dua tahun yang lalu


Aku sibuk mengemasi barang-barang. menyusun rapi dalam tas yang di belikan ibu khusus untukku pergi esok lusa.
Nenek duduk di depan pintu kamar, menatapku sinis.
"Nek, nenek kenapa menatapku seperti itu?"
"Mengapa harus jauh-jauh ke negeri orang? memangnya tidak ada sekolah di sini?" Bibirnya bergetar. Itu tandanya ia marah padaku.
Aku dekati nenek, duduk bersila di depannya.

"Di sini memang tidak ada nek, kalaupun ada juga jauh, tidak mungkin juga pulang pergi setiap hari". Aku berusaha meyakinkan nenek. tampaknya kemarahan nenek tidak juga reda.
"Kamu tega membiarkan kami yang baru saja kehilangan papamu, sekarang kau juga pergi ?" Nadanya meninggi, kerut di wajahnya semakin terlihat jelas. Di sela urat-urat tegang tersembur air mata. Akupun tak kuasa menahan gemuruh yang ku tahan sejak tadi. aku menumpahkan gerimis di pelukan nenek.
"Pergilah, tapi kau tidak akan lagi melihat nenek selamanya".
Aku menangis meraung sejadinya.

Hari yang menyedihkan itupun tiba. Pagi ini nenek meminta adik mengambilkan air hangat untuk mandi. Ia melap tubuhnya sendiri. Biasanya nenek memintaku melap badannya yang katanya terasa gatal karena terlalu lama bergolek di kamar.
Ya, tiga tahun terakhir nenek tidak lagi mampu berjalan.
Ia mengenakan baju kembang-kembang berwarna dasar hitam dan kembang berwarna orange dan biru. Baju favoritnya. Ia lumuri wajahnya dengan bedak setebal mungkin. Mungkin ia ingin menutupi air mata yang sewaktu-waktu mengalir tampa ia sadari.

Setengah depalan nenek masih di kamar, duduk melamun sembari memegang tasbih.
Aku hampiri dengan perasaan tak karuan. Nenek masih marah padaku. Iapun belum merelakan aku pergi.
Tampa memandangi wajahku, ia berkata "Pergilah,,,"
Aku ciumi tanganya ku peluk sekali lagi.
"Pergilah, tapi kau tidak akan lagi melihat nenek selamanya". kata-kata itu selalu terniang mengaduk lukaku menjadi parah.
Tak lama nenek mengeluarkan handuk kecil yang ia rajut sendiri.
Handuk berwarna biru dengan bunga matahari di tengahnya.

*** Nek,, maafin nara, nggak mau dengerin omongan nenek. Coba saja dulu Nara tidak pergi. Nara ingin memamfaatkan waktu yana singkat itu untuk selalu menemani nenek. Memandikan nenek, menyuapi nenek, memijit nenek, mendengarkan ocehan nenek yang tiada putus dan jika nara berbicara nenek nggak bisa dengar. Walapun dulu nara sering protes karena nenek seperti anak kecil. Nara tetep sayang nenek... Rindu semua tentang nenek.

---
Tiba-tiba saja seorang wanita bertubuh tinggi berbalut baju putih berdiri dihadapanku. Wajahnya berseri. Senyumnya tak henti menghiasi bibirnya, sekilas mirip denganku, tapi ia cantik luar biasa.
"Kamu siapa?"
"Nara, kamu lupa?"
"Lupa??"
"Sejak kapan kamu tiba? nenek rindu kamu,,,"
"NENEK!!!..." aku langsung memeluk erat wanita itu.
"Nenek juga rindu kamu.."
"kamu sudah besar ya,,,"
"Tidak, aku masih nara si kecil yang nakal,,,
Nek,, nara ingin tidur di dekat nenek, boleh ya,,"
"Tentu saja,,, "
"Sambil mengusap rambut nara ya,,,"
"Iya..."
"Asiikk,,,"

***

"Ra,,, akhirnya kamu sadar juga nak"
"Nara kenapa ma?"
"Kamu pingsan di makam nenek, untung adikmu segera menyusul kesana, lagian kenapa tadi nggak mau mama temenin sih?"

Ma,,, andai mama tau, nara ingin berdua saja dengan nenek. Nara ingin tidur besisihan dengan nenek. Dan nenek mengelus rambut nara sambil bercerita hingga nara tidur pulas. Seperti dulu..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

rocking chair & knitted



Ku pandangi kursi rotan berwarna putih. Kursi yang ku beli beberapa waktu lalu.

Nek, ini ku hadiah kan untukmu, semoga kamu suka ya?

***

Lima tahun yang lalu
"Nenek kenapa?"
"Nenek pengen kursi goyang"
"Kursi goyang??"
"ia, nenek ingin menyulam di atas kursi goyang.."
Aku tertawa mendengar permintaan nenek.
"Nanti ya nek, kalo nara udah kerja nara beliin buat nenek.."
kataku kemudian.
"Sekarang kamu kelas berapa?"
"Dua SMP"
"Berapa tahun lagi kamu bekerja?"
"Mungkin sepuluh tahun lagi nek"
Nenek terdiam, memandangi burung yang berarak petang.
"Mungkin saat itu nenek sudah tidak ada lagi.."
Akupun terdiam.

***
Nek, nara ternyata bekerja lebih cepat dari perkiraan nara dulu. Lima tahun, tapi tetap saja nenek tidak menunggu saat ini tiba. Nenek pergi tampa mau semenit saja duduk di kursi ini. Nek, nara ingin dibuatkan lagi handuk kecil bermotif bunga, nara ingin di ajarkan merajut. Menatap matahari terbenam dan menunggu azan tiba.
Nek,,, nara rindu nenek. Senyum nenek, marahnya nenek, semua nasehat nenek....
Nara kangen...

***

Aku masih tertegun menatap kursi rotan. Berharap nenek akan duduk di sini setiap harinya. Menyambutku pulang bekerja, mencium tangannya dan memeluk tubuhnya yang mungil.
Nenek....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

...tengoklah...

"Kejarlah duniamu seakan kau hidup selamanya
dan kejarlah akhiratmu seakan kau mati esok"

Di malam yang mencekam

pemuda itu terus menghisap cerutunya.
Mulutnya menganga setiap kali memuntahkan gombolan udara tembakau
Menghiraukan kicauan burung nan syahdu
Mengindahkan pituah si hang
Menepis kesegaran embun pagi

Otak karatnya mencoba mengulik memori yang tersisa
Kata yang pernah terlontar pada sang ilalang
“lihatlah ilalang, suatu saat aku akan merubah semuanya.
Aku buang cerutu , keunikan dan semua larangan kuno mu
Sekarang biarkan aku seperti apa yang aku mau, hidup ku kebahagian ku sesuka apa yang aku mau. Aku masih muda . tubuh ku kuat taka da tandingan.dan masih banyak kesempatan untuk ku.
Jagan pernah usik!! Bentaknya “
Denga lembut ilalang berdesis “tapi waktu mu hanya sebentar pemuda...“
dengan penuh amarah ia cabut ilalang hingga akar-akarnya.
“Selamat tinggal“... ilalang terkulai tak bernyawa....

Lamunannya tersentak
Ada cahaya putih merasuk dipola matanya
Tak alam terlihat sosok laki-laki baya memakai tongkat, baju compang camping, kulit hitam legam penuh lipatan kusut
Berjenggot dan kumis putih tengah terbatuk – batuk....
Huk huk...
“boleh aku minta cerutu mu?“
“siapa kau?“
“bercerminlah, maka kau akan tau siapa aku“

Cahaya itu menghilang sekejap mata.

Tampa ragu ia mengambil cermin
Terlihat jelas disana sosok laki-laki baya tadi tengah meniru gerakan nya

***catatan lama***


“Tua itu pasti, dewasa itu pilihan”
Seperti apakah kedewasaan itu ? coba klik DISINI, sedikit membantu(saya) yang masih jauh dari titik kedewasaan.

***



Pagi ini sama seperti pagi sebelumnya. Kendaraan berduyun menapaki jalanan. Pandanganku lagi-lagi tertuju padanya. Laki-laki itu...
Dengan tubuh tirus, gelap, bersimbah keringat ia terus berjalan tertatih mendorong gerobak yang berisi tumpukan pisang, mungkin beratnya berlipat-lipat jauh lebih berat dibanding gumpalan tubuhnya. Matanya sayu uratnya tampak mengeras. Sudah pasti benda itu sangat sangat berat. Perjalanan ku terhenti ia pun berlalu. Tapi bayangannya masih terniang menimbulkan tanda tanya.

Seorang yang telah mencapai usia senja mengapa masih saja harus bekerja sekeras itu? kemana anak-anaknya? dimana saudaranya? Rasanya tidak adil, sedang yang muda berleha-leha, berpangku tangan, luntang-lantung tak jelas. Kemana keadilan?
Pernah seseorang berkata "Tidak perlu berkata begitu, mereka sedang menjalani takdirnya sama seperti kita juga tengah menjalani takdir Tuhan".

Entahlah... Mungkin kepekaan saya saja yang berlebihan, tampa tau harus berbuat apa untuk mereka.
Kemarin dosen saya bercerita tentang petinggi negara yang telah menghabiskan triliunan rupiah untuk mendirikan sebuah bangunan(yang nantinya juga tak akan bermamfaat untuk kepentingan umum) yang sampe sekarangpun belum menampaki hasil. Dari pada bikin gedung bertingkat2 itu mending diriin panti asuhan dan panti jompo. Berapa banyak anak-anak yang terlantar dijalanan tampa mendapat sebuah kelayakan hidup? berapa banyak lagi keringat-keringat si tua itu berserakan?

Impian saya suatu saat jika Allah memberikan saya kesempatan saya ingin mendirikan panti asuhan dan panti jompo. Semoga do'a-do'a saya didengar dan suatu hari saat dikabulkan :) Amin...





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Blue pearl



Kau adalah sebongkah mutiara biru yang terselip di dasar laut
Terkunci rapat dalam penjara diikat erat oleh para penjagal

ku rangkai sebuah kalung tampa liontin dengan temali kepercayaan
ku gantung di relung jiwa

Saat kelopak mata ku adu perlahan
ku merasakan kehadiran mu begitu lekat
kita hanya dipisahkan sebatang angin senja
mendekap dalam buih ombak

Seperdetik kemudian semua kembali hampa
Yang tersisa hanya serakan potongan puzzle dilaut lepas
Akan ku susun potongan hingga mejadi satu kesatuan yang kohera
Aku yakin, suatu saat ku temukan dimana mutiaraku berada
Akan ku taruh di kalung jiwa

abadi, selamanya....

*****

note : puisi ini diikut sertakan dalam sebuah kontes, karena penasaran dengan hadiahnya , yaitu buku berjudul "loves indigo". dari ngebaca sinopsis jadi ingin membacanya,,berhubung belum ada budget buat beli buku, jadinya mau yg gratisan aja,,heheh... semoga menang.. :')

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

my SOUL (sepatu)




Disudut lamunan yang tak berkesudahan
Gersangnya jiwa yang haus tawa
Dikala gusau merayapi dinding hati
Tatkala aku tengah kehilangan arah
Di gurun yang tak bertepi
semua hampa dan nelangsa

Setiap detik berlalu tampa arti
Setiap fase terasa klise

Kau datang di musim semi
Taburkan benih benih keceriaan
Kibaskan sekelumit kisah
Yang mungkin tak terbayang sebelumnya
Kau menciptakan sesuatu yang mustahil bagiku
Kini mimpi dan nyata solah berkongsi membingkai kehidupan menjadi berwarna.
Ku katakan pada semut-semut yang mengejek tempo hari bahwa hariku kini tak hitam-putih lagi
Bahwa aku kini telah memiliki kawan tempat aku menenteng mimpi
mimpi yang dulu terasa berat kini seringan debu

Bagaimana kawan, saat kita berada ditengah savana yang luas dan hijau
Saat sapi-sapi siap diperah
Saat berada ditengah ladang gandum
Saat bunga-bunga bermekaran

Bagaimana kawan, saat kita tengah berkelakar di puncak mount Everest
Saat semua daratan berada dibawah telapak
Saat angin meneriakkan kemenangan
Saat awan sejengkal diatas kepala
Saat kita bermain diantara bulir-bulir salju himalaya

Bagaimana kawan, saat kita menelusuri aliran Zambezi
Saat menikmati guyuran asap menggelegar dikaki viktoria
Saat menyelami samudera pasifik hingga terdampar di bikini bottom
Saat melihat secara dekat bagaimana persahabatan spon dan bintang laut itu
layaknya persahabatan kita

Bagaimana kawan, saat dunia kita hanya dipenuhi serpihan gelak
Saat kita berlayar dengan perahu kertas
Saat ruas-ruas jari terisi penuh menjadi sebuah temali terkuat
Saat mendengarkan secarik dawai tampa nada
Saat semua ruh menganggap kita indigo kelas saraf
Saat ujung telunjukku berada di artik dan kau di antartika
Saat itu pula bumi berputar dengan poros telunjuk

Aku tak percaya jika didunia ini ada hal yang benar-benar serupa
Kali ini mungkin tak begitu

Aku tak percaya akan kisah yang ada didunia dongeng
Kali ini mungkin juga tidak begitu

Aku tak percaya adanya kehidupan di bulan
Kali ini mungkin tidak begitu

Saat kini dan nanti akan ku katakan ini untuk selamanya,
Saat tanda titik dihapuskan, maka semua akan terus mengalir tiada akhir

-----------------------------------------------------------


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

be happy *_*

Aku

Tetap berlari dan berlari

Walau ribuan ujian terus menyayat tubuh ku yang telah compang camping

Tapi hati ku takkan mudah getas

Kadang lelah merajai fikiranku

Tapi api semangat melebur habis tanpa sisa

Tungkai kakiku tetap gegap melangkah

Seiring desah berserah

Semangatku

Semangat para petarung sejati

Yang tak mematikan harapan dan kemungkinan walau sekecil apapun

Dengan terus berbaik sangka pada Tuhan

Ikhtiarku

Ikhtiar para pengembara

Yang tak mudah melemas

Yang tak mudah memelas

Tak mudah melunglai sebelum batas

Ikhlasku

Ikhlas para pembelajar

Yang tak bosan mengarahkan hati

Pada penghambaan sejati

Cukup Allah

sebagai penolongku...

***
SEMANGAT, tidak mengenal usia, tidak mengenal ras, tidak mengenal status, tidak mengenal waktu, tidak mengenal perbedaan,

#ketika seseorang menegur mu karena kesalaham mu, walaupun itu tak sepenuhnya kesalahanmu. disanlah mulai melapangkan dada menerima sisi positif dan buang sisi negatif. berbaik sangka itu lebih baik, mungkin memang itu karena kelalaian kita. Perbaiki untuk waktu berikutnya.

#ketika pekerjaanmu tak dihargai. teruslah berusaha dengan maksimal. Buang semua sifat yang menghapus arti keiklasan. Bekerja itu merupakan salah satu ibadah kepada TUHAN, bukan untuk mendapat pengakuan dari manusia.

#Ketika lelah mulai menggerogoti peredaran darahmu. Teruslah katakan, "Aku tidak lelah, aku masih kuat, selama aku masih bernafas dan percayakan kekuasaan TUHAN akan mengatur dengan sebaik-baiknya". Ingatlah apa yang kita pikirkan mempengaruhi kondisi fisik. Katakan Aku berbahagia, maka bibirmu akan tersenyum dengan sendirinya.

#Ketika kelemahan dan kekuranganmu membuat kamu merasa tak berguna. Saat itulah libatkan rasa syukur kedalamnya. ingat TUHAN menciptakan segala sesuatu berpasangan. jika kau diberi kekurangan tampa kita sadari TUHAN telah menyertakan kelebihan.

#Ketika perut laperr... ya makanlah,,, Ga punya duit? bawa tidur aja bisa kaleee.. kali aja mimpi makan-makan sama pak bondan *maknyooss* :D

^^^^^^^^^^^^^^^^SEMANGAT^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kotak bisu



Sebuah nada mengalun direlung indera. Seketika ku hentikan fungsi organ untuk detik berikutnya
Sejurus ku alihkan semua kendali pada sebuah kotak hampa.

Ku mainkan kuas imajinasiku untuk melukis apa yang tengah terjadi saat itu
Saat kau dan aku duduk bersila di kotak itu. Jutaan kata ribuan tawa ratusan airmata melebur melengkungkan pelangi kehidupan. Kita masih duduk menatap miliaran warna pelangi.

Kita saling beradu saat matahari dan hujan berkelakar, hingga pelangi itu tepat di langit-langit kotak. Dekat, sangat dekat.
Kau tunjuk satu warna untuk ku.

“Aku ingin warna ini akan menerangi malammu, agar kegelapan tak menghampirimu“. Kau tersenyum sambil mengusap keningku yang sedikit kebingungan.

Ku balas dengan senyuman yang berarti ucapan terima kasih. Walapun kau terlalu mengada-ada tapi warna itu jelas telah melahap akal sehatku. Akupun percaya jika warna itu akan selalu menerangi ku diantara kegelapan.

Aku menepis tangan mu.

“Kau tau, tak baik menunjuk pelangi nanti tangan mu akan bengkok“. Kata ku polos.
Kau tertawa simpul.

“Kau percaya?“

“Aku percaya.“

“Mulai detik ini jangan percaya."

"Dari kecil hingga sekarang aku percaya, dan aku tidak mau telunjukku bengkok." Bantah ku.

Kemudian kau menggenggam tangan ku yang tengah berayun di dahan lengan.
Kau lipat jari ku satu demi satu hingga yang tersisa hanya telunjuk.

"Ayo, sekarang tunjuklah warna yang kau mau untuk malamku." Bujukmu.
Aku memutar kepala 90 derajat tepat di batang hidung lancipmu.

Aku menggeleng.

"aku tak bisa."

"Kenapa? kau takut?"

"bukan..." kata ku terhenti ketika sebatang petir menyayat-nyayat lengkungan pelangi.

"Lalu apa?" Nada mu meninggi.

Aku bungkam. Hingga senja menepis terang. Matahari perlahan mundur di ufuk barat.
Aku masih bungkam. hingga kau lelah menunggu sebait kata.
Tatapanmu membuat keretakan di urat mata, Bulir-bulir kristal berjatuhan disela kelopak.
Kau beranjak dari kotak itu berlalu membawa sebuah ketidak pastian.dibenakmu tengah berayun sebuah tanda tanya.

aku masih duduk bersila seperti sedia kala menatap punggung mu yang terlihat semakin kecil hingga lenyap dalam arakan awan.

Kini malam menjelang. Aku masih duduk dikotak beratap kegelapan. Tak ada pelangi, tak ada kata, tawa bahkan airmata. Dan yang paling aku ingat, tak ada lagi sosok matahari ku.

Aku beku dilahap dinginnya malam. Tubuhku tak merasakan apapun. kecuali rasa rindu akan miliaran warna pelangi.
Pelangi yang terbentuk karena pertengkaran hujan dan matahari. aku adalah hujan yang kesepian, dan kau adalah matahari yang berdiri tegak mengisi separuh bumi.Aku tau tak mungkin rasanya kita akan melulu bertengkar, rasanya tak mungkin kita akan berada di medan yang sama.


***
Kau bisa saja merangkai pelangi dengan hujan di hari lain, minggu lain bahkan di windu lain atau hujan yang hadir setiap saat. Bila kau tak suka kau tak akan menghasilkan pelangi. Kau akan cari dan mencari hujan yang menghasilkan pelangi yang dapat membayangi setiap sudut waktu.

Dan aku.hanya salah satu hujan yang muncul di senja yang kelabu. Menghilang di kegelapan malam.
Sialnya aku hanya punya satu matahari. yaitu kau.

alunan nada terhenti, mengalihkan imajinasiku.ku tarik diri dari kotak hingga terpental keluar. Ku tutup kotak hampa.
Aku yakinkan pada diriku. bahwasanya ini hanya sebuah kotak bisu. Tak berarti apa-apa bukanlah apa-apa


Note : terinspirasi dari dari copeland (love affair) dengan lagu ini semua bermula dan berakhir di titik terbalik.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

abaikan















Abaikan gelitikan cebong kecil yang mengitari kaki mu

Abaikan magnet dikutub berlawanan

Abaikan celoteh domba hitam

Abaikan awan yang pernah menghalangi hangatnya mentari

Abaikan bintang selatan yang menampakkan malam surammu

Abaikan lingkaran yang membelenggu sudut jiwamu

Abaikan kemelut yang mencengkram ragamu

Abaikan celotehan perkutut di sudut telingamu

Abaikan benalu yang menggerogoti lehermu

Abaikan tikaman duri mawar yang merobek empedumu

Abaikan pahitnya ceceran empedu

Abaikan lintah yang mengaduk-aduk lambungmu

Abaikan semua yang membuat kau tak bahagia

Pengabaian tidak selalu buruk

bukankah kebahagiaan suatu hak yang harus dimiliki

dan kepedihan itu sebagai kewajiban hingga terbentuknya kebahagiaan

# Abaikan keresahan ini .... biarkan ia berlalu bersama bulir-bulir gerimis

Senja ini....

Tetap gantung kan apel apel mimpi mu... di dahan yang kokoh. :)

percayalah suatu saat kau akan menikmati buahnya yang lezat :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

T_T















Dalam kelu ku bergetar

Ku gerakkan rongga berbalut lara

Menyebut asma-Mu

Ku hempaskan segala perih

ku enyahkan segala duka

Kutapaki jalan yang semakin berliku

Dalam denyut nadi ku genggam selalu mimpi

Ku rasakan detak anugerah-Mu

Dalam bulir kerinduan

ku ayun langkah kian ronta

seutuhnya untuk menggapai keridhoan-Mu

***

Note : # Sebuah harapan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

a symphony

Ku telanjangi segala rasa,

hingga yang tersisa hanya kerinduan

rindu akan sepotong mozaik kehidupan

Dimana langit menganga menyambut indahnya hari

dedauanan kuning berjatuhan menerpa wajah yang berseri

Angin bertiup manja menggelitik pelepah hingga mengahasilkan sebuah nada

Dengan genit dedaunan muda membentuk tubuhnya seperti sebuah biola hingga terdengar nada harmonik ketika beradu dengan dawai angin

dawai angin seakan sangat lihai mengatur ritme, timbre dan nada menjadi sepadan

Burung pelatik menuip saxophone berwarna keemasan

Tupai-tupai gendut berjejer menyatukan gigi menjadi piano

jari lentik sang capung siap menekan tuts demi tuts

Matahari menyinari , Menerpa saxophone hingga memantulkan cahaya gemilau seperti lampu sorot ke arah ku

Awan awan berkumpul menyaksikan orkestra mewah ini

Ku mulai berdiri ditengah layaknya seorang komponis

Kesatuan mereka menghasilkan symphony yang menakjubkan

Gendang angkasa membahana menghasilkan nada sumbang

Merusak segala ritme, mengacaukan nada-nada yang telah terbentuk sempurna

Gumpalan awan menangis mengungkapkan kekecewaan

Menumpahkan bulir bulir sungai di sela kabut

Kini, yang terdengar hanya celotehan hujan dan makian petir

Aku... masih berdiri menatap langit yang dibalut awan hitam

Langit bungkam bersembunyi di balik awan hitam pekat

Mataku mulai mengempul tak jelas ini karena hujan atau airmata

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

never forget (ALLAH)

Tumpukan beberapa sinopsis telah menggumpal di benak. entah apa yang membuat mereka selalu tersendat disana. Menari-nari tampa dosa. membelit-belit saraf. tertawa simpul melihat aku yang tengah kebingungan menghadapi situasi ini. Seperti kuncup bunga yang tak jua kunjung merekah. Layaknya bayi yang enggan keluar dari rahim ibunya. Begitukah?ya begitu menderitanya aku dibuatnya.
optimisme timbul tenggelam dalam samudera nan penuh badai. Kerap aku ingin menyudahinya. Mencap diri sebagai pecundang . Pesimis mencak-mencak kegirangan. Musuh yang kini menjadi teman baikku dan selalu menggelantung tepat di nadiku. Ego dan ketakutan. Seakan keduanya berkongsi untuk menghancurkan sel-sel darah ku.
apa yang harus aku lakukan ?
Apa menyerah adalah kata penutup?

Broken Heart Myspace Comments


Hati kecil berbisik pelan. Entah apa yang ia ingin katakan pada ku. Suaranya begitu sayup terhalang sekelumit kerikil – kerikil kehidupan. Hingga gendang teling ku benar-benar tuli kini.

bisikan kalbu. Mengapa aku tak dapat mendengar ? Apa telingaku telah tersumbat dosa-dosa? Aku menyadari betapa hinanya aku.
Mungkin aku yang telah jauh dari mu TUHAN. Komunikasi ku sangat buruk, aku sering lupa mengerjakan kewajibanku. Tapi aku selalu menuntut hak ku. aku memang tak pantas mendapat keadilan.

Fantasy Myspace Comments


maher zain - never forget




Every night and every day
Every night and every day
Never forget to say
La ilaha illa Allah
(Nothing worthy of worship except Allah)

When youre walking down the street
And you see the clouds in the sky
Praise Him and always repeat
The name of The Most High
And say with every heartbeat
La ilaha illa Allah

No matter where you are or what you do
Remember Allah is watching over you
Hes the Light of Heavens and Earth
Hes the first, and He is the last
Obey Him and always say
La ilaha illa Allah

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

leave me

Aku ingin berlari darinya. sungguh. aku ingin dia pergi dari hidupku. hatiku. pikiranku. denyut nadiku.

enyah dari aliran darahku. enyah lah. enyah!!!!

ingin aku berteriak. ku mohon. keluarlah dari raga ku.

jangan biarkan orang yang ku sayang membenci ku karena mu.

jangan biarkan lagi orang yang aku sayangi terluka karena mu.

tunjukkan wujudmu. hadapi aku.

akan ku remas mukamu. akan ku lumuri minyak tanah. dan ku bakar. lalu abunya akan ku hanyutkan ke samudera luas,

sungguh. aku benci diriku yang terus bersekutu denganmu.

diriku yang masih setia mengabdi padamu. apa aku akan terus terkubur bersamamu?



Latino Myspace Comments

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

bocah kerdil














Langit beriak gelap

Gumpalan awan hitam menyeruak
Menyelimuti cahaya kristal
Angkasa mengaung
Memberi peringatan

Menukik kedaratan
Di pemukiman kumuh
pelantaran kali berwarna gelap
Tampak bocah kerdil keluar dari tumpukan kardus
Tempat dimana ia melepas kepenatan

Tangannya mengepal sesuatu
Tinggi benda itu hampir setara dengannya
Ia berlari kencang
Menyusup disela kardus-kardus
Sendal jepitnya menepak gaduh
Membuyarkan lamunan tikus kuyu
Induk ayam berbulu lusuh berkotek riuh memanggil anaknya
Bertanda sebentar lagi hujan turun

Kakinya terhenti dihalte dekat lampu merah
Percikan kilat disertai bunyi petir silih berganti
Baginya
Percikan kilat adalah kembang api dimalam takbiran
Dan ledakan petir adalah petasan menyambut pergantian tahun
Ia begitu gembira.
Terpancar dari bibirnya yang kian melengkung warna warni pelangi

Ia menatap ke langit
Menunggu bulir kesegaran akan membasuhkerongkongannya
Lambungnya bergoyang
mengusir kejenuhan menunggu beberapa butir nasi
Sedari pagi perut kempisnya tak tersentuh makanan apapun

Orang- yang lalu lalang kelabakan
Berlarian mencari tempat berteduh
Tangan sebesar lidi mengepakkan benda yang sedari tadi digenggamnya
Prak...
Benda kuncup kini mengembang senada dengan
Senyumnya yang makin merekah
Ditengah guyuran hujan
Ia menyuguhkan jasa pada khalayak

Setengah jam berlalu
Tak satupun orang menggunakan benda kuncupnya
Gigitan dingin menusuk pembuluh
Tubuhnya makin menciut
Bibir pucat pasi bergetar kedinginan
Lambungnya makin kalut
Meronta-ronta
Menginyam gulungan usus kisut
Perihnya tak terkira

Ia tak sedikitpun gentar
Dari sebrang jalan tampak
Seorang wanita muda berbalut seragam coklat melambaikan tangan kearahnya
Saat itu pula bocah kerdil berlarian mengijak genangan air yang mulai meluas
Ia tak pedulikan sekitarnya
Matanya tertuju pada wanita itu
Tubuh mungil itu
Menyusup disela kendaraan yang lalu lalang

Dan...
secepat kilat sebuah benda besi raksasa berlari kencang ke arahnya
sehelai kapas berbalut lumpur terhempas keujung jalan
Benda kuncup terombang-ambing diterpa angin
genangan hujan memekik histeris

darah segar larut dalam genangan
bau anyir menguap
disudut jalan tamapk seonggok daging sudah tak bernyawa

hujan reda
disela awan mengempul mozaik warna
indah tak terkira
kini bocah kerdil tengah menari disela mozaik
beayun-ayun di batang awan
Langit tertawa terpingkal melihat tingkahnya
Cahaya kristal berusaha menghangatkan tubuhnya
Senyumnya tetap merekah
Apapun yan terjadi ia akan tersenyum


***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kawand

kWanD.....

kAu Ad SaaT ku TrpRuk n Lemah...
kAu mndgar Ap yG taK Ku UngkApKn...
kAu dPt MliHat ap Yg KU bYangKan..
kaU mnerIma sMua Yg Ad Pa q...
kau tMpuhan wrna-Wrni Hdp Qu
Di Saat Ku KSAl.KCEWA.MARAH.SEDIH.BENCI.CMBURU.PATAH HATI.
kau ttp trsnyum n Sbar Mberi piTuah...
Di saat ku BAHGIA.TERTAWA.JTUH CNTA.
kau ttp tersnyum...

kAU ....
lOVE .....

DISTANCE CAN'T BE separate us.....4EvER.........

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

labyrinth of life part 1

Dalamsebuah kotak yang sesak,

manusiaberduyun-duyun untuk mengecup oksigen,

Akupunberkopetisi diantara mereka

mencari celah agar tetap bernafas,

Akhirnyaku temui sudut kiri. Ya..hanya itu yang masih tersisa,

Dalamkeramain aku merasakan sunyi, asing, jenuh, beku

Kau intip aku dalam kesendirian ku,

Kau tersenyum geli menahan tawa melihat tampang melas ku

Kau hamburkan keheningan ku

Tampa beban kau tanyakan hal yang tak logis menurut ku,

Oksigen yang menciut membuat aku malas mengangkat bibir

Aku masih hening

Bagi ku kau hanya semak yang menghalangi jalan ku

Kau tak jera

Kau ambil celah disudut kiri dengan alasan tak jelas

Tampa peduli ada aku yang semakin terpojok

Aku pun tak peduli

Tapi ada sesuatu seperti magnet menarik bola mata ku

melirik kearah benda persegi panjang penuh oretan tinta

yang kau keluarkan dari kantong doraemonmu

Pita suara ku bergetar

Terjadilah dialog tampa naskah

Keakraban bak sule dan taulani

Kebekuan mulai mencair menemukan titik hangat

Disini dikotak sesak ini kutemukan celah – celah kebahagiaan

Tampa ku sadari semua ini jebakan menuju sebuah labirin yang sangat rumit

Mampukah aku?

Bersambung.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kotak sesak

HIDUP adalah pilihan

Kalimat klasik yang tak pernah pupus

Aku memilih berada di kotak sesak ini

Walaupun bukan keinginan ku tapi ini pilihan ku

yang telah TUHAN pilihkan untuk ku

” TUHAN tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi

TUHAN memberikan apa yang kita butuhkan“

(walaupun aku tak mengerti)

Dikotak sesak ini

aku merasakan

kehidupan yang sangat asing

mengecap apa yang tak pernah ku jilat

melahap apa yang tak pernah ku telan

mengendus apa yang tak pernah ku hirup

memandang apa yang tak pernah ku tatap

kata yang tak pernah ku ucap

Begitu tak biasa

perbedaan membuat aku berusaha keras

mengikuti aturan main di kotak ini

aPupun itu aku ikuti

benar atau salah ? tak bisa ku bedakan

semua samar – kabur lalu menjadi gelap gulita

Yang ku tau hanya ingin mendapat sedikit sudut

Tempat agar aku dapat menghirup oksigen yang tak seberapa

Tetap ku jalani hingga aku nyaris melupakan wujud diriku yang dulu

Siapa aku ? aku tak lagi mengenali diriku

Diripun menjadi hal yang asing

Kotak sesak telah merubah wujud ku

Kotak sesak telah merampas kebahagiaan ku

Dia merubah aku menjadi begitu lapuk,layu,

dia telah sediakan peti kematian untuk ku

aku semakin terjepit,

Kotak ini begitu kejam!!!!(lebih kejam dari ibu tiri)

berteriak tampa suara

menangis tampa air mata

melangkah tampa kaki

melayang tampa sayap

Aku pun mengadu pada TUHAN

Aku ceritakan semua yang telah ku alami

oHh.. TUHAN aku tlah buta (hati)

aku kehilangan pandangan (pedoman)

(tampa kau ceritakan pun DIA tau segalanya)

Aku berprasangka buruk pada TUHAN

Mengapa aku dipilihkan ke pilihan yang salah?

Mengapa aku harus terjun ke kotak yang penuh keresahan?

Aku tak mampu menjalani alur ini tak mampu!!

TUHAN keluarkan aku !!!

ingat

” TUHAN tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi

TUHAN memberikan apa yang kita butuhkan“

(masih tak mengerti)

Hidup tidak hanya pilihan tapi proses

Ini semua adalah proses

Agar kau mengerti segala sudut dalam kotak ini

Agar kau belajar bangkit dalam keterpurukan

Gunakan apa yang telah ALLAH titipkan padamu

Sesuai dengan kapasitas dan kegunaannya

Begini…

Selama ini kau hanya hidup dalam zone aman

Kau hanya menunggu, semua pun beres

Kau tak pernah kerahkan otak mu untuk berpikir menyelesaikan masalahmu

Kau mengumpat dalam setiap masalah

Kau tumpukan semua pada wanita yang tengah beranjak tua(ibu)

Kau tak gunakan tangan mu untuk lebih sigap

Kau tak gunakan seluruh jiwa mu untuk kehidupanmu

Kau tak gunakan kreativitas yang telah ALLAH berikan

SEKARANG KAU MENGERTI ?

Mengapa kau berada dikotak ini?

Kotak yang kau anggap begitu kejam

ternyata..

Kotak ini

kotak sesak ini

Mengajarkan mu akan arti kehidupan

Menuntunmu menuju kedewasaan

Memberikan warna pelangi hidup mu

Menyediakan peti kebahagiaan

Memberikan kelapangan dalam sesaknya

Mengajarkan mu menata hidupmu

Untuk menggunakan apa yang telah menjadi kebutuhan mu

Bukan keinginan mu

TUHAN ampuni aku telah berprasanka buruk pada-MU

kotak sesak maafkan aku telah juDge mu

Terima kasih

TUHAN...

Kotak sesak...

Dan habitat yang ada didalamnya...^_^

” TUHAN tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi

TUHAN memberikan apa yang kita butuhkan“

(Aku mengerti)

Aku bersyukur dengan semua ini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

oase

Aku tengah berada sebuah gurun

Kering luas dan hampa

Anginpun seakan enggan singgah

Tatapan ku kosong

Mengerikan sekali

Aku makin tak berdaya

Tampa bekal yang cukup

Tampa ada sebuah kompas

Bagaimana bisa aku mengarungi gurun ini

dan menemukan jalan keluar

Dan pada akhirnya

Pasrah menunggu sang jibril

Memisahkan ruh dengan raga ku

Putus asa mulai menggerogoti

langkah ku yang kian goyah

Dalam penglihatan yang samar

Aku melihat kilauan bak berlian

Aku mendekatinya.

Benar dia begitu nyata

Siapa dia?

Malaikat kah?

Apa aku sudah mati?

Ia tersenyum ringan

Seakan berkata

Maukah kau melangkah bersama ku?

Aku hanya diam

Masih tak percaya

Akupun membalas dengan senyuman

Tanda menerima penawarannya

Tapi...

Siapa dia?

Kini aku tak sendiri

Dia penyejuk ditengah gersangnya hati ini

Dia bangkit kan semangat yang kian menyusut

Dia kumpulkan kepingan harapan

Bahwasanya aku akan bertahan hidup dan menemukan ujung dari gurun ini

Ia menuntun ku perlahan hingga aku tak merasakan ganasnya sang raja siang

Aku mulai menikmati perjalan ku

Siapa dia ?

Pertanyaan yang selalu ku bungkus rapat

Aku terus memandanginya

Dia seperti seorang pendongeng

dengan cuplikan kisah-kisah nyata

Betapa memilukan jalan yang telah ia lalui

Ternyata gurun ini taklah seberapa dibanding jalan yang pernah ia lalui

Akupun mencoba mengurai dengan segala hikmah

Menyimpulkan menjadi sebuah kekuatan

“Kau tak akan pernah tau apa yang akan terjadi sebelum kau mencoba

Ketakutan seperti hantu

tak berwujud tapi menyeramkan

Kau harus melawannya

Jangan biarkan kau mati dihantui ketakutan mu“

Tampa kusadari

Aku telah mengidolakannya

Dia Penikmat kesederhanaan

Dia figur yang membuat aku selalu berimajinasi

Dia bentangkan mozaik kehidupannya

Tampa setitikpun kepalsuan

Dengan lembut ia bedesis

“Berjanjilah akan mengarungi gurun ini“

Pancaran cahaya yang begitu dahsyat

Membuat bola mataku terbelalak

Aku pandangi sekeliling ku

Tak ada apa-apa

Kemana dia?

Aku mencoba memandangi sekitar ku

Tak juga ku temui

Hanya cahaya itu

Cahaya yang terus berkilauan nun jauh disana

Dikelilingi Kumpulan Berwarna hijau

Aku mendekat

Semakin dekat

Subhanallah

Pertanyaan ku terjawab sudah

Langkah ku semakin mantap

akan mengarungi gurun ini

apapun yang akan terjadi

akan ku penuhi janji ku pada nya




KAWAN2 tetap semgat ya dlm mggapai impian kalian..^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kepompong

Di bawah terik sang surya

Dipohon yang mulai tandus

Dionggokan ranting kering

Disemak belukar

Disanalah aku bertengger

Menumpang agar aku tetap hidup

Dengan tubuh yang kecil dan lemah

Aku terus mencoba menapaki dedaunan yang masih hijau

Merayap perlahan

Burung-burung yang berkeliaran

membuat aku terpuruk kaku

Suaranya yang lengking

Membuat jantung ku seakan enggan berdenyut

Dengan lagak tampa dosa

Mereka merogoti dedaunan yang ada

Mematuk ranting tempat aku berpijak

Tertawa terbahak saat aku terbirit ketakutan

Tubuh ku bergetar dan geram

Ingin rasanya mencabik sayapnya

Tapi...

Aku hanya sebuah ulat yang lemah

Degan tubuh yang kian terombang ambing

serima dengan tarian ranting

Aku tak kuat …

Kapan mereka berenti memperolok ku

Hingga keajaiban TUHAN datang

Aku diketuk untuk melakukan rengkarnasi

Menjadi mahkluk yang lebih baik

Tapi tak seindah yang ku bayangkan

Aku... si ulat lemah

Makin kaku dibalut untaian benda berserat

Terkunci rapat , engap tampa rongga

Aku terlihat semakin lemah

Aku benar-benar sendirian

Dibungkus kesedihan yang mendalam

Hari ku kembali diusik

Aku mengintip disela pori

Para burung itu makin memperolok ku

Menertawai ku

Mengejek ku yang terlihat semakin lemah

Jangankan berlari untuk bergerak saja aku sulit

Kini aku pasrah

“Lihatlah diri mu semakin tak berbentuk

Hanya onggokan yang bergelantungan

dan sebentar lagi akan mati membusuk didalam sana“

lalu tertawa

tawa yang menggema ke angkasa

mencabik-cabik sulu hati

Mengepakkan sayap dan berlalu

Tak lama berselang

angin berhembus menguraikan pituah

Agar aku bersabar menunggu

Karena tak lama lagi aku akan terbebas

dari belenggu yang selama ini membuntuti ku

Aku akan terlahir sebagai mahkluk yang cantik

Dengan sayap yang indah berserta kolaborasi warna yang sepadan

Aku tak akan diperolok lagi oleh burung yang usil itu

Ya... walaupun kenyataannya

sekarang aku hanya gumpalan yang terbuang

Aku terlihat tak bernyawa

Aku yang tak berbentuk apa-apa

Tak berati apa-apa

Makluk lemah yang mencoba menjadi lebih baik

Dengan cara yang tak pernah diduga siapapun

Apapun yang dikatakan oleh pita-pita suara itu

Biar saja...

Kalian tak tau apa-apa

Aku percaya

Semua akan indah pada waktu nya

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Followers