Tuhan tau apa yang kita butuhkan , bukan apa yang kita inginkan

.
RSS
Tampilkan postingan dengan label lustra larva. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lustra larva. Tampilkan semua postingan

kiara


Hari ini sengaja ku sisihkan waktu untuk mendengarkan siulan angin yang lalu lalang di bawah kiara. Berharap mereka menghembuskan kabar tentangmu.
Rentangan waktu ternyata tak mampu membuat kamu lenyap, Api itu makin menyala. Sepertinya aku telah salah menyiram, mataku tak mampu membedakan mana aqua mana yang petrus..

Kiara masih berdiri kokoh, sama seperti pertama kali kita singgah disini.
Saat itu kita tengah kelimpungan mencari oksigen. tingginya suhu membuat kita semakin haus akan udara. Bagaimana tidak, jika pepohonan telah menjadi beton berlapis baja.
"Ibukota tak hanya krisis ekonomi, tapi juga krisis oksigen" Begitu katamu.
Aku terperangah saat kau memperkenalkan ku dengan kiara. Ia tersenyum ramah menyambut kedatangan kita. Tak pernah bosan tersenyum sembari menghembuskan angin sejuk.
ternyata dugaan ku salah tentangnya. Banyak yang bilang kiara itu menyeramkan, penuh mistis dan angker.

"Sesuatu akan terasa berbeda jika kau mau berpola pikir berbeda pula" Lagi-lagi kau mengerti akan kebingunganku tentang Kiara.
Aku tersenyum ketika kiara mengangguk membenarkan perkataamu barusan.
"Begitu juga dengan hidup, ubahlah pikiran burukmu menjadi baik, maka semuanya pasti akan baik". Ulas mu kemudian.
Beruntung rasanya mengenal kiara dan kamu tentunya. Banyak cerita yang masih terekam fasih di lumbung kenangan.

Aku tersentak, hari sudah mulai gelap. Ternyata sudah 2 jam aku tertidur di sini. Mengapa kiara berubah juga? Ia tidak seramah dulu sama sepertimu. Ia tidak lagi tersenyum. Kesejukannya berubah menjadi bilahan dingin. Teramat dingin.
Itu karena kau tak pernah lagi mengunjunginya. Sebegitu sibukkah? atau ada hal lain yang lebih penting dari kiara?

***
*kiara : pohon beringin
*aqua : Air
*Petrus : Minyak

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Man in the Frame



Ku mulai membuat aksara yang akan ku isi hanya tentang mu, kamu yang tahun lawas ku kenal sebagai orang asing, orang yang tak pernah ku cari tau siapa nama mu dan apa yang kamu suka.
Kamu yang tahun lalu ku bentak serta merta ku tolak tampa talak.
Kau kemudian belajar mundur belajar mencari udara di atmosfir yang secara tak kau sadari kau tak mampu bernafas tampa oksigen ku.
mengapa aku?
Ketika kau sedikit bernafas dengan dia, dia yang telah menyeret bulir-bulir nafas cinta, lalu aku tersentak mungkin kau lebih butuh oksigen ku...
aku yang egois , tak rela ku mencicipi oksigennya tapi tak mau membagi sedikit oksigenku untuk mu, aku yang masih membuarkanmu seperti ikan berjemur didaratan. mulutmu menganga mencari-cari oksigen..
Betapa kejamnya aku...
apa yang kau lihat bersama ku? yah,,,hanya penderitaan berkepanjangan,
Jadi, sudah ku putuskan keterpisahan itu lebih baik. karena sungguh sulit rasanya oksigen ini dapat berbaur dalam paru-parumu.

Dan saat oksigen ini telah mampu beradaptasi dalam paru-paru mu, mengapa kau malah memuntahkannya???? mengapa kau malah mengeluarkannya seperti kotoran ??
Ya, aku tak lebig dari itu rasanya. kotoran yang membuat kelegaan jika dikeluarkan...
ya,, biar saja...
Jika keterpisaan ini membuat kamu mengerti siapa aku.

ku katakan sudah keanehan yang terus tumbuh dalam otak ku yang minus ini.
Pernah kau berkata tentang anak-anak yang terlahir dari ibu-ibu mereka. Bagaimana dengan anak ku? kata mu anakku akan terlahir dengan sifat aneh, yang hari ini peri hari lain seperti iblis. yang mempunya hati sekeras baja. semoga saja anak mu tak menuruni sifatmu itu. katamu begitu.

Sepertinya kau semakin mengerti siapa diri ku ini.
Tolong secepatnya kau kemasi hati mu dan tinggalkan gubuk kenangan bersamaku. aku akan tetap menjaganya, dan kau pergilah, kejarlah kebahagiaan yang sempat tertunda karna kau terlanjur masuk di gubuk penderitaan ku ini.
Menjauh lah,,,ku rasa istana dan seorang permaisuri tengah menanti mu disana....yah,,, kau pasti buta sekarang, kau tak melihat apa-apa. Tapi lihat jika kau telah berjarak sekian mil dari gubukku.

hei,, kau diam saja??
mengapa? tak suka?
tentu saja, karena kau buta!! aku bukan orang yang kau cari!!!!! Tolong ...
Baiklah, kalau kau tak mau berkemas, aku akan bantu mengemasi barang-barang mu, Dan tak akan ku sisakan barnag sepeserpun!!!!
Enyahlah kata ku!!!!!!!!!!!!!!!
hei kau diam saja!!!!!!!!!!!!!!!

----
Seorang wanita dengan rambut terurai tengah membanting benda-benda di hadapannya.
Ia sedari tadi berbicara dengan seorang lelaki yang selalu tersenyum dalam figura usang.
Wanita yang di nobatkan gila sejak ia membuka sebuah kotak di pinggir hutan dekat rumahnya
ia membunuh suaminya setahun yang lalu, ia mencekik leher suaminya sampai ia tak bernyawa. Dan setelah itu hantunya bergentayangan dalam hidupnya.... Antara waras dan gila.
Semuanya telah hancur, kecuali figura itu , figura yang telah terpatri di sudut dinding.
***
maaf, kalo agak aneh tulisannya. otak saya lagi terganggu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Followers